Antara Umar dan Khalid

Rp42,500.00

Penulis  : HEPI ANDI BASTONI

Penerbit  : Pustaka AL-BUSTAN

Ukuran  : 17 x 13 cm

Berat  : 0.25

Halaman  : 215 halaman

5 in stock

SKU: FBS001 Category:

Description

Umar dan Khalid meniti karirnya masing-masing. Umar sebagai negarawan sukses, Khalid gemilang sebagai panglima perang. Yang justru unik, keduanya mengakhiri hidup dengan takdir yang berbeda.

Dalam kesedihannya, Khalid wafat di tempat tidur. Di antara ratapnya ia berucap, “Aku mencari tempat kematian di berbagai tempat. Aku telah menghadapi musuh sehingga tak sejengkal pun dalam tubuhku kecuali ada bekas tebasan pedang, tusukan panah, atau tikaman tombak. Tapi sekarang, aku meninggal di tempat tidurku seperti keledai mati….”

Sedangkan Umar, pun meninggal di pembaringannya. Bedanya, Umar meninggal akibat luka parah tusukan senjata Abu Lu’lu’ al-Fairuz. Jelang syahidnya Umar berucap lirih, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kematianku bukan di tangan seorang Muslim…”

Umar dan Khalid sama-sama meninggal di tempat tidurnya. Keduanya menjemput syahid dengan cara berbeda. Ya, keduanya syahid. Dari Sahal bin Abi Umamah bin Hanif dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi saw bersabda,
مَنْ سَأَلَ الله الشَّهَادَةَ مِنْ قَلْبِهِ صَادِقاً بَلَّغَهُ الله مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وإنْ مَاتَ على فِرَاشِهِ
“Barangsiapa yang meminta kepada Allah mati syahid dari hatinya dengan sebenarnya maka Allah akan menyampaikannya kepada kedudukan orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas ranjangnya,” (HR Muslim).
Satu lagi kesamaan dua tokoh ini. Keduanya meninggal dalam keadaan sangat sederhana. Seperti dikutip Manshur Abdul Hakim dalam karyanya Khalid bin Walid Saifullah al-Maslul, Juwairiyah berkata dari Nafi’ mengatakan, “Ketika Khalid meninggal dunia, tidak ada harta apa pun yang ia miliki kecuali tempat tidur, budak laki-laki dan senjatanya.”
Umar bin Khaththab juga demikian. Bahkan, kondisi Umar lebih sederhana lagi. Abbas Mahmud al-Aqqad dalam Abqariyatu Umar-nya menggambarkan, ketika meninggal dunia, untuk melunasi utang-utangnya, rumah Umar bin Khaththab harus dijual beserta seluruh isinya. Oleh pembelinya rumah tersebut diberi nama Darul Qadha’ (Rumah Pelunasan).

Kolom Komentar

Additional information

Weight 0.2 kg
Dimensions 13 x 0.8 x 17 cm